pesta perkawinan gaya Sana’a (Bahasa Indonesia) - bag. 1
Akhir pekan lalu aku beruntung sekali, karena diajak sama ibu-ibu yang buaik buanget untuk pergi ke pesta perkawinan….emm…tepatnya Pesta Kawin Khusus Perempuan.
Maksudnya???? Maksudnya sih sederhana aja, ya begitu itu, ada pesta khusus perrempuan dan ada pesta khusus buat laki-laki. Dan jangan salah lho…pestanya bukan cuma ada dua itu, tapi pesta untuk masing-masing kelompok juga ada beberapa macam… jadi nggak usah repot ngitung-itung deh, sudah pasti muahaaaal buanget jatuhnya.
Singkat cerita, sesudah panik panik nggak jelas gara-gara ngerasa nggak punya baju yang pantas dipakai ke acara begituan, dan setelah maksa-maksa mampir toko buat beli sepasang sepatu peep-toe warna silver (udah deh, mukanya nggak usah kaget begitu…nggak salah baca kok…), akhirnya aku sih pasrah aja sama penampilan yang kemungkinan besar jauh di bawah standar pesta-pesta kawinan di Sana’a yang terkenal mewah abisss.
Begitu dengar klakson mobil di depan rumah, langsung deh aku ‘bungkus diri
‘ pakai abaya dan jalaaaaan.
Lokasi acaranya sih cuma kira-kira lima menit dari rumah, dan pas udah sampai….wah….antrean mobilnya puanjangan abissss. Gara-gara yang ngajak lupa ngasih tahu kalau nggak boleh bawa HP yang ada kameranya ke dalam, akhirnya terpaksa nitip HPku dua-duanya ke sopir ibu itu. Dari mobil-mobil yang berjajar-jajar itu keluarlah wanita-wanita berselubung hitam dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dan kami termasuk di antara mereka. Sesudah menunjukkan tiket undangan (jadi, kartu undangan yang seperti biasa itu, di dalamnya ada tiket kecil-kecil dengan berbagai warna, masing-masing tiket untuk acara pesta di hari dan tempat yang berbeda-beda…gila kan..) ke penjaga di luar tembok, kami masuk ke dalam, dan segera disambut penjaga perempuan yang merazia dompet tamu untuk mencari barang-barang berkamera. Kami lolos dengan sukses (ya iya lah, lha wong nggak bawa apa-apa, hehehe).
Yang pertama terlihat adalah…!!! jreng…jreng…jreng….. Ruangan gede banget yang dindingnya dipasangi cermin dari mulai setinggi dada sampai ke langit-langit. Dan lebih jreng lagi adalah…di depan cermin segede seruangan itu berdirilah belasan perempuan sedang merapikan dandanan mereka. Ada yang sedang melepas abaya, sisiran, lipstikan…wah, pokoknya segala macam. Sudah jelas langsung bikin minder ke mana-mana :p
Baju-bajunya bow’, nggak kebayang banget deh. Jujur saja aku tidak pernah membayangkan perempuan ‘biasa’ bakalan memakai gaun-gaun malam yang modelnya mewah-mewah begitu, serasa lagi ngintipin foto-foto red carpet dari Yahoo, hehehe. Dan itu belum ngebahas perhiasannya. Mereka benar-benar serius deh, dan dari sekian banyak bling-bling, aku yakin lebih dari 60% berlian asli. Untungnya, entah kenapa, kayaknya gaunku nggak parah-parah amat, hahaha, dan yang jelas aku bersyukur setengah mati udah maksain beli tuh sepatu silver murahan. Coba kalau nggak ada bling-bling dikit (meskipun di ujung kaki…), bisa-bisa tambah nggak ngangkat deh.
Sesudah rapi-rapi, masuklah kami juga ke ruangan pesta yang lumayan gede….isinya perempuaaaaan semuanya, ratusan. Udah gitu semuanya glamor dan cantik-cantik, wuih. Di depan ada panggung yang dihiasi pilar-pilar putih dan kain-kain putih dan pink, terus ada kursi merah berhias pas di tengah-tengahnya…tapi…kosong.
Banyak cewek-cewek yang lagi nari di depan panggung, goyang mengikuti irama padang pasir, dengan rambut panjang terurai - ada yang dilurusin, dikeriting, dicat, highlight…pokoknya semua ada. Tato henna dengan berbagai model juga terlihat di mana-mana, di lengan, di bahu, bahkan di punggung.
Dan itu….baru awalnya saja
Dan postingan ini kayaknya udah kepanjangan… Kita sambung lain kali ya…
Sana’a, 5 Juli 2009.
DISCLAIMER: Foto di postingan ini BUKAN foto tamu undangan. Foto ini hanya untuk memberikan ilustrasi kira-kira gaun-gaun seperti apa yang bisa kita lihat (eh, khusus untuk anda kaum adam….yang tidak akan pernah bisa anda lihat ding…) di pesta semacam ini. Dan beneran lho, aku lihat sendiri beberapa variasi model semacam ini. Fotonya diambil dari sini.

We were cleared.










