rasa sayange…dilihat dari jauh, tetap…ah….
postingan ini yang jelas tidak mau mengungkit kembali polemik tentang lagu "Rasa Sayange" kira-kira setahun yang lalu… tapi setelah kampung halaman jauh di mata, mendengarkan lagu ini dipakai untuk membuka malam pertunjukan kebuadayaan negara tetangga tetap pahit-pahit manis rasanya… menggigit…
setelah hampir satu minggu berlalu, rasanya kurang jujur kalau aku akhirnya tetap tidak menuangkannya dalam bentuk tulisan. tapi bukan untuk menggugat ‘mereka’, tapi untuk menggugat diri sendiri.
kita ngapain aja?????!!!!!!!!
sakitnya sebuah kekecewaan yang bersumber dari rasa ketidakberdayaan, karena bagaimanapun juga harus diakui ‘mereka’ berhasil untuk menjadi lebih terkenal dari ‘kita’. dan ketika aku duduk berjejeran dengan 2 mahasiswa amerika yang belajar bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, dan seorang mahasiswa argentina teman dekatku, menikmati pertunjukan yang senyatanya indah dan jelas dipersiapkan dengan sangat matang dan penuh kerja keras…rasa sakitku tidak cukup membuatku tega untuk menusuk balon kebahagiaan mereka dan berkata, ‘eh, tau nggak sih….’… tapi aku merasa jadi orang yang kalah. dengan berbisik-bisik akhirnya kukatakan pada teman dekatku, ‘hey, kawan , tahukah kamu lagu itu?’
aku marah. pada diri sendiri…karena lebih penting pertanyaannya…apakah yang sudah kita lakukan untuk melindungi, melestarikan dan mempromosikan budaya kita sendiri? biar semua orang tahu, bahwa ‘harta’ itu punya kita…bukan punya siapa-siapa…
ah…. basi….
Ann Arbor, 7 - 11 Februari 2009










wah, rasa sayange tenan….
bikin kesel, ada plagiator yg sekejam itu yah….?!!!!!
Comment by gembos — April 23, 2009 @ 12:11 pm