kejutan-kejutan kecil dari Washington DC
apa sih yang disebut kejutan itu… mestinya adalah hal-hal yang mengejutkan, ya to…kalau nggak mengejutkan ya namanya bukan kejutan. (lha berarti kado ultah itu mestinya bukan kejuta, hehehe, karena pasti sudah ditunggu-tunggu ke’datangan’nya…)
baru dua hari balik dari Washington DC, jadi pengen curhat beberapa kejutan kecil yang kutemukan di sana…
1. hotel yang keren berarti no free wifi, hahahaha. dasar mahasiswa, masuk ke Hyatt Regency yang cuma 2 blok dari Capitol Hill, langsung kecewa ketika tahu bahwa koneksi wifi harganya 10 dollar untuk 24 jam. yah, untuk mahasiswa yang notabene udah biasa konek 24 jam gratis di kampus, jadi shock deh. (sebenarnya di apartemen juga bayar sih, tapi mungkin karena murah jadi ga ngerasa kalau sebenarnya selama ini juga ga gratis tuh wifi…payah kan…)
2. waiter dan waitress di hotel bintang 5 belum tentu ramah.
3. dapat kejutan manis, appetizer dan dessert gratis dari 2 waiter Indonesia waktu makan malam di Singapore Bistro, makasih ya Mas… (kenapa sangat manis, karena kita bersembilan bo’…. kalau nggratisin 1-2 orang sih biasa…lha ini 9 cewek braok rak karuan, hahahahaha….)
4. pegawai hispanik Krispy Kreme yang super baik…ditanyain soal stasiun mana yang paling deket ke Lincoln Memorial, dia anterin kami masuk ke stasiun subway, nanyain rutenya sama petugas di sana, dan mintain peta…. wah, sebenarnya kami juga udah tahu rutenya, cuma mau ngecek, siapa tahu orang situ tahu lebih baik…but that was super sweet… and unexpected.
5. bayangan seseorang tentang diriya sendiri bisa sangat berbeda dengan apa yang dilihat oleh orang lain. sebenarnya prinsip ini bukan kejutan buatku, tapi melihat kejadian di depan mata tetap terkejut…. bagaimana kedua image ini bisa sangat bertentangan…. wow….
6. berbicara dengan orang kulit hitam yang mengira bahwa ibunya Obama dari Indonesia *sigh*…
7. ngobrol seru sama sopir taksi yang kaget karena aku naik taksi dari Hyatt Regency, dan minta diantar ke alamat hostel…. hahahahahaha….. (ya iya lah, Pak, kan Hyatt dibayarin…kalau bayar sendiri yang nge-hostel aja kalee….)
8. hostel di DC lebih kecil dan staffnya lebih nggak ramah dari hostel yang sama di Chicago (eh, emangnya itu kejutan ya…. kalau dipikir-pikir, nggak juga ya, kan hotel di Jakarta juga nggak lebih ramah dari yang di Salatiga, Jogja atau Semarang….)
9. ternyata aku ga parah-parah amat kalau baca (dan mengartikan….) peta!!! hahahahaha…. itu kalau bandingannya adalah 7 cewek Indonesia di Amerika….I’m totally not bad….
10. I am still surprised to be reminded on how insecure I am of myself, my place in the world, making friends…. hm….always something new to learn….
Ann Arbor, Dec 18, 2008









