fragments of life, English, Bahasa IndonesiaJuly 19, 2008 2:07 pm

setelah membaca postingan Sesy tentang kunjungannya ke Jogja, aku jadi ingat kompilasi film pendek yang kutonton di Benteng Vredeburg, Jogja, sebagai bagian dari Festival Kesenian Yogya 2008.

tadinya sih ke sana mau cari film-film produksinya Fourcolours Film, tapi cuma dapet satu (meskipun asli, seru banget nontonnya, salut deh…).  berhubung udah di sana, sekalian deh, mampir di bioskopnya FKY.

kalau nggak salah, kami dapet programnya yang film-film finalis Festival Film Pendek Konfiden 2007. jujur aja, aku paling terkesan dengan film pertama yang muncul dari kompilasi itu.

Judulnya "Cheng Cheng Po", produksi LimaEnam Films.  durasi (lupa-lupa ingat) : kurang lebih 10 menit. Setting: Jogjakarta.

The beginning was so sweet.  Anak-anak SD yang mau pulang sekolah, dan diberi aba-aba untuk mulai doa bareng…. jadilah terlihat berbagai anak dengan berbagai warna kulit dan ciri-ciri etnis yang beragam, menundukkan kepala dengan cara yang berbeda-beda juga.

Mengalirlah cerita tentang persahabatan empat anak SD; seorang anak laki-laki etnis Cina, seorang anak perempuan Jawa, seorang anak laki-laki Jawa, dan seorang anak laki-laki berkulit hitam berambut keriting dengan logat khas Indonesia Timur. *maaf ya, aku lupa je, nama-namanya…*

Ceritanya, si anak Cina yang ibunya berjualan bak pao, sudah ‘nunggak’ uang sekolah selama beberapa bulan, dan sebagai akibatnya, terancam tidak bisa ikut ujian akhir. bak pao rupanya sudah tidak terlalu nge-trend sebagai penganan. berundinglah keempat sahabat itu, dan tiga anak yang lain memutuskan untuk mencoba meminta uang dari orang tua masing-masing.

jadilah kisah beralih ke rumah masing-masing…

dari anak Timor yang berbapak pemilik bengkel kecil… yang sebenarnya dengan senang hati membantu, tapi kok ya sama-sama orang susah…. padahal celengan ayamnya sudah bolong gede di bawahnya….

ke anak laki-laki Jawa yang bapaknya malah sibuk terus ngisi TTS, sampe dia kehilangan momen untuk menyampaikan maksudnya…

sampai ke anak perempuan Jawa yang bapaknya paling berada (pake laptop gitu loh..di rumah…hehehehe), yang membelikan barbie tanpa diminta, tapi menolak memberikan uang untuk teman anakanya… dan malah ngomel-ngomel karena anak perempuannya terus main dengan anak laki-laki dekil….apalagi "yang cina itu…"

Tapi entah bagaimana, malam itu, sebuah bohlam menyala di kepala mereka….

Esoknya, ada diskusi rahasia..yang diikuti kegiatan rahasia yang lucu.

Ada yang ngembat dua lembar jarik ibunya di jemuran… ada yang melepas burung di dalam rumah untuk ngembat sangkarnya…. ada yang ngembat cat bapaknya sampe yang empunya bingung ga karuan….  dan dengan beberapa lembar kertas minyak warna merah… jadilah sebuah BARONGSAI.

Now, you can guess their idea?  jadilah mereka memainkan si Naga berkepala kurungan burung dan berbadan batik itu di depan kios bak pao, dan rame deh….

Very simple idea…. great symbolism…. GREAT MESSAGE…

And it brought tears to my eyes, because more and more it is becoming such a distant dream, for Indonesians and for the citizens of the world.

I wonder whether world would be boring if we can be like those children…. but then again… It’s ‘just’ a movie…  will it ever come true?

Central Java, June 27 - July 19, 2008 

fragments of life, English 11:18 am

Host unlimited photos at slide.com for FREE!time flies so fast, and by now we have spent the last three birthdays together….  not always easy, but lots of fun, and learning, and growth…

so here we are…. 

‘Prost’ for the next 10 months, and 10 years, and 20 years…. to come :)

 

Malang, July 13, 2008