bagaimana rasanya jika memiliki impian bagi orang lain…?

tahu kan apa yang kumaksud?  maksudku, seperti layaknya orang tua yang pengen anaknya jadi sarjana hukum.  atau menginginkan mereka menemukan jodoh secepatnya.  atau seorang cowok yang memimpikan ceweknya lebih langsing dan feminin.. atau seorang cewek yang memimpikan cowoknya lebih sporty dan macho….et cetera et cetera….

oke…oke…. mungkin contoh-contohnya terlalu sepele… tapi kebayang kan apa yang kumaksud?

ternyata sulit ya, untuk ‘mundur’ dan membiarkan orang lain memutuskan untuk memiliki ‘impian’ sendiri.  meskipun kalau dipikir-pikir kita sendiri pernah berada di pihak yang di’bebani’ dengan impian-impian orang lain, tetap saja sulit rasanya untuk menukar posisi dan berkata dengan ikhlas, "Yah, kalau memang begitu maumu, mungkin itu yang terbaik bagimu…"

untuk seseorang di luar sana…

aku berharap engkau memahami, bahwa banyak hal dalam hidup adalah kesempatan yang sulit untuk datang kedua kalinya. dan ketika sebuah kesempatan mengetuk pintumu empat kali… EMPAT KALI, dan engkau memutuskan untuk melewatkannya, mungkin itu berarti bahwa sudah saatnya kami berhenti berharap.  doaku adalah kamu benar-benar menemukan apa yang benar-benar kau cari dan kau inginkan.  dan dengan jalanmu sendiri, kamu bisa benar-benar membuktikan, bahwa ini adalah jalan yang terbaik…