akhirnya….meskipun nggak bisa langsung posting foto di blog ini, semoga masih punya waktu untuk klik ke sini dan ke sini ya….

kunjungan yang diawali dengan penerbangan acak adul di tanggal 18 April 2008, akhirnya diakhiri dengan pendaratan pada tanggal 25 April 2008, tengah malam, 10 jam terlambat dari jadwal awal.

tapi untuk penerbangan pulang, kami cukup beruntung karena sempat ditelepon bahwa penerbangan yang sedianya berangkat tanggal 24 April pukul 21.00 waktu setempat, ditunda menjadi pukul 06.00 esok harinya, waktu setempat, dan kami harus standby jam 4 pagi…(!!) di airport.  beruntung karena berarti ga harus cengok di airport semaleman, dan dapat bonus waktu untuk bisa jalan-jalan lagi di Sana’a Old City.  walhasil, kami berangkat dari rumah tumpangan kami jam 3 pagi, sampai di airport jam 3.20, hanya untuk menemukan bahwa pesawat kami….delay 1 jam lagi…alias berangkat jam 7 waktu setempat…

satu demi satu pesawat berangkat….dan dengan tidak adanya sistem loudspeaker (sepertinya…) karena boarding hanya ditandai dengan teriakan-teriakan ‘Riyadh…Socotra….Ryan….Dubai!!’…betul-betul priceless moment ketika salah seorang petugas mendekati kami yang notabene sudah nongkrong lebih dari setengah jam, dan tak juga beranjak, dengan muka penuh tanya mengulang kata, "Socotra?", kami respon dengan gelengan. "Dubai?", geleng juga….  Menanggapi alisnya yang naik sekian milimeter, kami menjawab, "Jakarta."  wah, pokoke, priceless banget deh ekspresi di mukanya. antara shock, bengong, kasihan, campur aduk jadi satu, dan sekilas aku melihat dia sedikit ‘gedhek-gedhek’ ketika berlalu.  ya iya lah…secara udah tongkrong di airport jam 3 lewat, untuk penerbangan jam 7 dengan maskapai yang udah terkenal jago telatnya….kabar-kabarnya tak satupun pesawat dari maskapai ini pernah on time (he, sounds familiar…hehehehehe….).

tapi tetep, dasar wong jowo…kami tetap merasa beruntung….(maksudnya, separo dari kami, yang jowo ini…) coba bayangkan…(merem dulu juga boleh, tapi ntar dibuka lagi, kalau nggak, ya nggak bisa baca terusannya to yo…)

pesawat ini adalah pesawat tujuan Jakarta, dengan transit di Dubai.  perjalanan ke Dubai kira-kira 2,5 jam lah, terus lanjutannya ke jakarta 8 jam.  oya, mungkin perlu diketahui dulu kalau di Yaman, weekend itu bukan Sabtu - Minggu, tapi Kamis-Jumat, jadi kami berangkat seharusnya hari Kamis malam, yang kalau di kita itu seperti mudik hari Sabtu sore gitu…bingung ya…pokoke gitu lah. jadi demi untuk penerbangan weekend ke Dubai yang cuma 2,5 jam itu, delay-nya 10 jam lebih…resminya, belum lagi delay di sana sini gara pesawat belum selesai dibersihkan dll…kalau gitu kan namanya rugi bandar…ya to. la kalau kami kan ‘cucuk’, apa ya bahasa Indonesianya…setimpal gitu…penerbangan total 12-13 jam, delay 10 jam kan ga papa….hehehehe…..

pulang sepesawat dengan pahlawan-pahlawan devisa (seperti banner yang dipasang gede-gede di bandara Soekarno-Hatta…) memang pengalaman tersendiri.  penerbangan yang biasanya sepi dengan ditingkahi suara ngorok di sana sini dan flush toilet, kali ini betul-betul heboh dengan celotehan masing -masing tentang majikan, kampung halaman, anak, suami….wis, pokoke ruame.  ibaratnya kalau naik bis, itu bukan kayak naik bis patas, tapi naik bis rombongan darmawisata…

lessons learned: kalau biaya ada, waktu ada, jangan pergi ke Timur Tengah pakai pesawat dengan kode IY…makan ati…..hehehehehe… ("sayangnya"…sebenarnya selain harganya paling miring untuk Jakarta-Sana’a p.p., sebenarnya IY ini juga yang koneksinya paling bagus…wis jan…..tapi emang semua harus pakai kompromi…)

back to Banda Aceh, May 5, 2008