fragments of life, Bahasa IndonesiaOctober 5, 2007 12:55 pm

pertama kali dapet ini di SMS, aku bingung, maksud’e opo to kie…ternyata artinya Thank God It’s Friday.

bener banget deh, hari ini pengen teriak: TGIF! 

semalam akhirnya acara buka bersama staff kantor lewat.  dan dengan keterbatasanku yang ga bisa bantuin kesana kemari, keanggotaanku sebagai panitia kuhabiskan di meja kerja, bikin undangan dengan pesanan "yang menghibur ya, undangannya", dari Jeng yang ini (undangan kok menghibur tu maksudnya gimana ya…tapi sebisa mungkin ‘kuterjemahkan’…mbuh, hasilnya piye, hehe….), nelpon dan ngimel ke sana-sini ngumpulin foto staff, dan bikin file JPG untuk nama staff yang jumlahnya 500 lebih dikit….huaduh….berhubung aku ga begitu jago soal ginian, sukseslah aku ngelembur bikin nama-nama itu supaya berwarna-warni dengan Publisher.  tapi seneng juga akhirnya ngeliat nama-nama itu terpampang di screen kemarin, dan orang-orang ketawa-ketawa kecil liat nama mereka muncul satu-satu.  yah, ga papa deh….

grup nasyid yang diundang bagus banget (kupikir usulku itu ga akan ditindaklanjuti, hehe….ternyata beneran ada yang punya kontak sama grup nasyid…dan ga terlalu mahal….hehe….),  sayang cuma 3 lagu karena waktunya mepet. 

makanannya enak, hehe…meskipun untukku ’siaran tunda’. alias bungkus bawa pulang baru makan di rumah… 

yah…minggu ini, kelar.  minggu depan, dimulailah kenekadan untuk ngebuka gips yang masih nempel di kaki ini sebelum waktunya.  demi ngelatih otot kaki sebelum mulai perjalanan panjang menuju tujuan cuti Lebaranku kali ini….huah….semangat!!

 

 

entah paparazzi mana yang iseng moto ini, meskipun bukan dari acara kemarin, ini dari acara kumpul-kumpul lain di mana kami dijemur pagi-pagi di depan kantor…halah….

 

Host unlimited photos at slide.com for FREE!

ini dia foto panitia buka puasanya…… dan diriku yang tak lupa membawa sahabat karibku :(  

fragments of life, Bahasa Indonesia 12:40 pm

berminggu-minggu gak pernah posting di blog, meskipun beberapa kali dapet ide yang akhirnya berlalu begitu saja…

27 September 2007, masih dengan kruk di bawah ketiak aku menemani teman kantor pergi ke lokasi kerja kami.  Kira-kira sejam perjalanan ke luar Banda Aceh, di jalan negara, alias rute BA-Medan.  kami pergi untuk wawancara dengan warga setempat yang terlibat dalam program pemulihan ekonomi kami.

pengalaman yang…hm…mengesankan.  meskipun bukan untuk yang pertama kalinya ke sana, tetep yang pertama kali (dan semoga terakhir…) aku datang ke lapangan ditemani kruk, dan di tengah bulan puasa pula… tapi semuanya terbayar ketika wawancara itu benar-benar terjadi.

dalam pembicaraan, tentu saja tak lepas dari membicarakan masa lalu mereka yang berbau konflik, ketakutan, ancaman senjata, pembakaran… pilu rasanya harus menerjemahkan pertanyaan dan jawaban… dan melihat mata mereka kadang menerawang lepas ke arah Seulawah Agam, dengan pikiran yang menerawang lebih jauh lagi dari puncak gunung yang membiru di kejauhan.  sempat kami kehilangan kata-kata ketika satu bapak yang dengan bersemangat berbicara bak senapan mesin sampai kami tak sempat menanyakan pertanyaan, tiba-tiba berbalik dan melangkah ke arah kolam ikan miliknya sambil mengusap air mata…mengingat bahwa sempat, senapan menempel di punggungnya, serasa sejengkal saja usia akan lepas dari badan.

bagiku, kisah-kisah ini indah.  dan untuk kesekian kalinya, aku menemukan sedikit penghiburan bahwa pekerjaan ini memang ada artinya…dan indahnya jiwa manusia, yang terpancar dari tatapan mata penuh harapan dan tanpa rasa getir.  betapa besarnya jiwa mereka yang mampu bangkit dari ketakutan dan trauma, karena hati yang terluka tak semudah membangun kembali rumah dan menyembuhkan goresan luka di kulit.

salut…semoga damai itu abadi…