fragments of life, Bahasa IndonesiaOctober 9, 2007 10:00 am

semalam aku iseng browsing channel televisi, yang memang sangat terbatas ini emoticon

sudah agak larut, tapi karena mata kok belum mau merem juga.. akhirnya aku nyangkut di SCTV, dengan sebuah FTV, yang judulnya "Kamulah Cinta"….

berhubung biasanya FTV model begini rada-rada kocak, dan tampang pemainnya juga lumayan lah…(meskipun karena saking seringnya orangnya sama, kadang aku jadi bingung, ni ceritanya yang mana ya…pemeran utama sama, lawan main sama, hubungannya sama…cuma judulnya lain ajah….hehe….), aku tongkrongin deh…..

tapi tebak berapa lama aku nonton sebelum aku buru-buru kirim SMS sama sodaraku nun jauh di sana, "bo’, kalo belum bobo nonton SCTV deh…ada….."….?

2 menit. 2 menit sajah….. 

ada apa?

ada yang istimewa?

yak tul, ada Sandra Bullock jadi penjaga loket busway…yo’i "While You were Sleeping" ala Jakarte…..

*sigh* sak jane…iki adaptasi opo jiplakan yo…..

berhubung dalam 2 menit aku sudah mengenali ceritanya, dan juga udah hampir tengah malam…ya sutra lah….bobo aja ah….

soalnya aku suka banget While You Were Sleeping, so sweet…jadi ga tega nonton versi "adaptasi"nya…hehe….(alesyan…bilang aja udah nguantuks pol….)

menambah panjang daftar "kreativitas" anak bangsa….tapi berhubung ini comedy romantis, "untungnya" (dasar jowo…), ga setragis yang ditulis sama kawan yang satu ini di blognya

 

PS: kira-kira salah satu hal yang diucapkan si Lucy alias Sandra Bullock dalam film itu untuk membuktikan bahwa dia benar-benar tunangannya Peter….mmm….about his "balls" emoticon, gimana ya ngadaptasinya…huehehe……tanda lahir ? mmm….tahi lalat?…mmm….ih, ngapain dipikirin kale…. emoticon

fragments of life, EnglishOctober 8, 2007 8:17 am

Thinking back, there are some things of the past month that stick on my mind, and maybe they are trying to tell me that I shouldn’t forget them. 

Lessons are not always serious, are they? So are mine…

 

1.  If you DO have to break a bone in your foot, try to do it in dry season.  Skidding on slippery crutches (or slippery floor to be more accurate) is not as fun as it looks when we are not the ones watching from the other side of the TV at the slapstick comedies.   Rainy season is the worst time to pass your time peacefully on crutches (in Indonesia), believe me…

2.  One person on crutches and one with a dengue fever is not the best combination of all.  In any case, two sick people in one is really asking for trouble.

3.  You never really ask whether a place is friendly to the diffables until you temporarily (thank goodness…) become one of them.  Well, this is not exactly lesson from September, August might be a better time setting for the revelation.

4.  A statement from a gentleman I met on Sept 27, 2007.  “I am moving on.  It still hurts to remember those days.  But I am an older guy now, I’m trying to move on and put all those things behind as fast as I could, and I don’t hold grudge like younger people.”  A brave statement from a father of six who shed tears remembering how terrified he was when three guns were pointed to his back as he was forced to march down to rice-fields ditches.   

Weekend of Oct 6-7, 2007 - five days countdown to a long trip, but I still have to train my foot to be able to go at least with one crutch…..

fragments of life, Bahasa IndonesiaOctober 5, 2007 12:55 pm

pertama kali dapet ini di SMS, aku bingung, maksud’e opo to kie…ternyata artinya Thank God It’s Friday.

bener banget deh, hari ini pengen teriak: TGIF! 

semalam akhirnya acara buka bersama staff kantor lewat.  dan dengan keterbatasanku yang ga bisa bantuin kesana kemari, keanggotaanku sebagai panitia kuhabiskan di meja kerja, bikin undangan dengan pesanan "yang menghibur ya, undangannya", dari Jeng yang ini (undangan kok menghibur tu maksudnya gimana ya…tapi sebisa mungkin ‘kuterjemahkan’…mbuh, hasilnya piye, hehe….), nelpon dan ngimel ke sana-sini ngumpulin foto staff, dan bikin file JPG untuk nama staff yang jumlahnya 500 lebih dikit….huaduh….berhubung aku ga begitu jago soal ginian, sukseslah aku ngelembur bikin nama-nama itu supaya berwarna-warni dengan Publisher.  tapi seneng juga akhirnya ngeliat nama-nama itu terpampang di screen kemarin, dan orang-orang ketawa-ketawa kecil liat nama mereka muncul satu-satu.  yah, ga papa deh….

grup nasyid yang diundang bagus banget (kupikir usulku itu ga akan ditindaklanjuti, hehe….ternyata beneran ada yang punya kontak sama grup nasyid…dan ga terlalu mahal….hehe….),  sayang cuma 3 lagu karena waktunya mepet. 

makanannya enak, hehe…meskipun untukku ’siaran tunda’. alias bungkus bawa pulang baru makan di rumah… 

yah…minggu ini, kelar.  minggu depan, dimulailah kenekadan untuk ngebuka gips yang masih nempel di kaki ini sebelum waktunya.  demi ngelatih otot kaki sebelum mulai perjalanan panjang menuju tujuan cuti Lebaranku kali ini….huah….semangat!!

 

 

entah paparazzi mana yang iseng moto ini, meskipun bukan dari acara kemarin, ini dari acara kumpul-kumpul lain di mana kami dijemur pagi-pagi di depan kantor…halah….

 

Host unlimited photos at slide.com for FREE!

ini dia foto panitia buka puasanya…… dan diriku yang tak lupa membawa sahabat karibku :(  

fragments of life, Bahasa Indonesia 12:40 pm

berminggu-minggu gak pernah posting di blog, meskipun beberapa kali dapet ide yang akhirnya berlalu begitu saja…

27 September 2007, masih dengan kruk di bawah ketiak aku menemani teman kantor pergi ke lokasi kerja kami.  Kira-kira sejam perjalanan ke luar Banda Aceh, di jalan negara, alias rute BA-Medan.  kami pergi untuk wawancara dengan warga setempat yang terlibat dalam program pemulihan ekonomi kami.

pengalaman yang…hm…mengesankan.  meskipun bukan untuk yang pertama kalinya ke sana, tetep yang pertama kali (dan semoga terakhir…) aku datang ke lapangan ditemani kruk, dan di tengah bulan puasa pula… tapi semuanya terbayar ketika wawancara itu benar-benar terjadi.

dalam pembicaraan, tentu saja tak lepas dari membicarakan masa lalu mereka yang berbau konflik, ketakutan, ancaman senjata, pembakaran… pilu rasanya harus menerjemahkan pertanyaan dan jawaban… dan melihat mata mereka kadang menerawang lepas ke arah Seulawah Agam, dengan pikiran yang menerawang lebih jauh lagi dari puncak gunung yang membiru di kejauhan.  sempat kami kehilangan kata-kata ketika satu bapak yang dengan bersemangat berbicara bak senapan mesin sampai kami tak sempat menanyakan pertanyaan, tiba-tiba berbalik dan melangkah ke arah kolam ikan miliknya sambil mengusap air mata…mengingat bahwa sempat, senapan menempel di punggungnya, serasa sejengkal saja usia akan lepas dari badan.

bagiku, kisah-kisah ini indah.  dan untuk kesekian kalinya, aku menemukan sedikit penghiburan bahwa pekerjaan ini memang ada artinya…dan indahnya jiwa manusia, yang terpancar dari tatapan mata penuh harapan dan tanpa rasa getir.  betapa besarnya jiwa mereka yang mampu bangkit dari ketakutan dan trauma, karena hati yang terluka tak semudah membangun kembali rumah dan menyembuhkan goresan luka di kulit.

salut…semoga damai itu abadi…