hal-hal kecil, atau setidaknya yang disangka kecil, ternyata bisa berbuntut panjang…dan lama….itulah…(eh, bukan iklan lho…)….patah tulang…

setelah kejadian kaki terpelecok di Medan, mengawali long weekend kelabu, masa istirahat 3 hari sesuai surat dokter pun dilalui dengan suksesnya. dan hari kecepit, Kamis, 16 Agustus 2007, aku kembali berpayah-payah menaiki tangga menuju kantorku di lantai 2.  seharian berusaha konsen untuk mengerjakan file yang bertumpuk selama 3 hari absenku, sambil menahan rasa nyeri yang datang dan pergi..apalagi kalau urusannya sudah menuntutku untuk beranjak dari kursi…waduh…lumayan, dijamin nggak ngantuk seharian.  semakin sore, rasa-rasanya kok kaki ini bukannya makin aman sentausa, tapi malah makin nyeri aja, atau mungkin juga hanya perasaanku saja yang sudah terlanjur puyeng menghadapi kerjaan.

menghadapi long weekend hari Kemerdekaan, campur aduk perasaanku. di satu sisi berharap-harap, karena ini adalah long weekend terakhir sebelum hari-hari panjang bulan puasa…di sisi lain, dag dig dug membayangkan harus berdesak-desakan menaiki ferry menuju Sabang esok harinya. yup, weekend terakhir ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, tiket ferry sudah ada, hotel udah dipesan sebulan sebelumnya… 

tapi tetap aja, segala harapan dan excitement tidak menutupi nyeri-nyeri "gak" nikmat di kaki kiriku…jadi tanya punya tanya, malam itu kami sepakat untuk "jalan" ke dokter orthopedic. just in case, gitu lho…karena dokter umum di IGD waktu itu juga nyuruh cek up sesudah 3 hari.  kalau udah baik, dan hanya perlu latihan, ya syukur, kalau perlu istirahat lagi…oh no!

bersenjatakan foto rontgen dari Medan yang mendiagnosa sprain and fissure ringan, terpincang-pincanglah aku ke ruangan dokter itu.  setelah pencet sana pencet sini…..dan mengerenyitkan jidatnya mengamati foto yang menurutnya tidak jelas, diberinya aku surat pengantar untuk foto lagi dengan posisi-posisi lain yang dia minta…wah, serasa jadi model….hehe….tapi kok cuma kaki, plus cuma keliatan tulang belulang lagi, hehe…..emoticon

untungnya ada lab di dekat klinik itu..foto deh, lalu buru-buru balik ke klinik…and this time…aku keluar di atas kursi roda….huaaa…..

gipsternyata sesuai kecurigaannya..sang dokter menemukan fracture di tulang tengah, lupa deh namanya apa…aku bingung juga, bahasa Indonesianya "retak" atau "patah" kalau gitu.   dan dilarang keras untuk menempatkan beban di atasnya…alias kaki kiri nggak boleh dipake jalan.  berusaha untuk tidak memarahi, dokter menjelaskan bahwa karena kaki itu tetap kupakai jalan dalam 5 hari sesudah kejadian itu, maka patahannya bukannya merapat tapi malah merenggang…

 

huaduh…akhirnya harus kurelakan berlembar-lembar uang warna merah melayang keluar dari dompet, ditukar dengan barang putih keras kaku dan menempel di kakiku….walhasil, vonis 6 minggu dalam masa recovery dan harus pakai tongkat..(atau ‘krek’ kalau orang Jawa bilang…) mau nggak mau harus dilewati.

 new best friend

Sabang…..bye-bye deh….long weekend kedua kulewati sambil gulang-guling di sofa, loncat sana sini latihan pake krek, dan nonton lomba kejar bebek di Krueng Aceh dari jauh tanpa bisa ambil foto emoticon

hua…ternyata yang kecil-kecil, atau paling nggak…yang disangka kecil….bisa jadi panjang…..dan lamaa……

Banda  Aceh, 22 Agustus 2007