fragments of life, Bahasa IndonesiaAugust 29, 2007 4:16 pm

candy“ANTONY…di mana kamu antony???

asem aku teracuni sinetron candy…”

 

Gara-gara celetukan, eh, tepatnya tulisan, seorang member milist Semarangan pagi ini, aku jadi teringat sesuatu yang ga penting banget, dan yang jelas OOT…

Memang soundtrack sinetron Candy yang lagi tayang di RCTI ini catchy banget, gampang banget dikenali.  Gara-gara gampang dikenali ini, ga perlu deh ngintip jam tangan atau hape kalau jalan-jalan lewat rumah orang atau warung yang dilengkapi tv (warung di sini mantap bangetz deh…tipinya flat incinya besar-besar dan tak jarang dilengkapi Astro…wuih….) sekitar jam 7-8 malam. Kalau udah mulai kedengeran lagu itu, nah, kalau nggak jam 7 ya jam 8 deh tuh…

Satu hari aku numpang ketemuan sama teman di kantor si B.  Seperti layaknya kantor organisasi asing lainnya, ada security yang standby 24 jam.  Kebetulan antara ruang tamu dan garasi, tempat para guard itu duduk, ada jendela kaca gede banget.  Btw, asyik lho guard di kantor itu, dikasih tipi, dan seperangkat alat sholat…eh salah….seperangkat computer dengan koneksi internet….sebenarnya gunanya adalah berhubung mayoritas orang kantor tu pake Skype, jadi guard juga dibikinin account Skype gitu, hehe….biar gampang ngontaknya…(kira-kira mereka ada yang nge-blog ga ya??)…   Eh, kok ngelantur…

Anyway, malam itu yang lagi jaga salah seorang guard yang baik banget.  Dan udah senior gitu deh, kalau ga salah dia malahan kayak coordinator guard di situ.  Orangnya tinggi, kekar, botak licin, tapi ramah dan sopan banget.  Pokoknya body Rambo hati Romeo deh… Beliau tuh aktif banget deh, dan sangat helpful.  Kalau pas datang ke kantor itu malem-malem atau pas wiken, yang gerbangnya ditutup, dia suka lari-lari ala pemanasan tentara gitu waktu mau bukain pintu.  Singkat cerita, ngobrol punya ngobrol sama temenku itu…tiba-tiba aku nggak bisa nahan ketawa….sampai temenku bengong abiss….

Aduh, si bapak teh, hati romeo pisan….

Dengan volume yang tidak terlalu sayup-sayup, alias lumayan keras, kudengar soundtrack sinetron Candy dari garasi.  Dan nggak perlu pakai ngintip, tinggal nengok, keliatan deh tulisan warna pink arum manis itu nongol di tengah layar tipi di sana…

Masa gedhe tinggi botak, kalau sendirian di kantor nontonnya Candy??? Yah, gapapa…mungkin selera memang tidak bisa diperdebatkan….mungkin juga memang jam segitu susah banget cari tayangan tipi yang bener-bener enak untuk dinikmati, padahal prime time gitu loh…. Considering, kalau nggak masang Astro, di BA cuma dapet RCTI, SCTV, Trans TV,TPI, Metro TV dan Aceh TV…(jangan mengeluh…masih mending udah jarang mati lampu…..)

“Tidurlah, selamat malam,
lupakan saja lah aku
Mimpilah, dalam tidur mu,
bersama bintang”

Dibela-belain googling buat ngelengkapin postingan ini, dan dapet di sini

Banda Aceh, 29 Agustus 2007 

fragments of life, Bahasa IndonesiaAugust 22, 2007 12:17 pm

hal-hal kecil, atau setidaknya yang disangka kecil, ternyata bisa berbuntut panjang…dan lama….itulah…(eh, bukan iklan lho…)….patah tulang…

setelah kejadian kaki terpelecok di Medan, mengawali long weekend kelabu, masa istirahat 3 hari sesuai surat dokter pun dilalui dengan suksesnya. dan hari kecepit, Kamis, 16 Agustus 2007, aku kembali berpayah-payah menaiki tangga menuju kantorku di lantai 2.  seharian berusaha konsen untuk mengerjakan file yang bertumpuk selama 3 hari absenku, sambil menahan rasa nyeri yang datang dan pergi..apalagi kalau urusannya sudah menuntutku untuk beranjak dari kursi…waduh…lumayan, dijamin nggak ngantuk seharian.  semakin sore, rasa-rasanya kok kaki ini bukannya makin aman sentausa, tapi malah makin nyeri aja, atau mungkin juga hanya perasaanku saja yang sudah terlanjur puyeng menghadapi kerjaan.

menghadapi long weekend hari Kemerdekaan, campur aduk perasaanku. di satu sisi berharap-harap, karena ini adalah long weekend terakhir sebelum hari-hari panjang bulan puasa…di sisi lain, dag dig dug membayangkan harus berdesak-desakan menaiki ferry menuju Sabang esok harinya. yup, weekend terakhir ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, tiket ferry sudah ada, hotel udah dipesan sebulan sebelumnya… 

tapi tetap aja, segala harapan dan excitement tidak menutupi nyeri-nyeri "gak" nikmat di kaki kiriku…jadi tanya punya tanya, malam itu kami sepakat untuk "jalan" ke dokter orthopedic. just in case, gitu lho…karena dokter umum di IGD waktu itu juga nyuruh cek up sesudah 3 hari.  kalau udah baik, dan hanya perlu latihan, ya syukur, kalau perlu istirahat lagi…oh no!

bersenjatakan foto rontgen dari Medan yang mendiagnosa sprain and fissure ringan, terpincang-pincanglah aku ke ruangan dokter itu.  setelah pencet sana pencet sini…..dan mengerenyitkan jidatnya mengamati foto yang menurutnya tidak jelas, diberinya aku surat pengantar untuk foto lagi dengan posisi-posisi lain yang dia minta…wah, serasa jadi model….hehe….tapi kok cuma kaki, plus cuma keliatan tulang belulang lagi, hehe…..emoticon

untungnya ada lab di dekat klinik itu..foto deh, lalu buru-buru balik ke klinik…and this time…aku keluar di atas kursi roda….huaaa…..

gipsternyata sesuai kecurigaannya..sang dokter menemukan fracture di tulang tengah, lupa deh namanya apa…aku bingung juga, bahasa Indonesianya "retak" atau "patah" kalau gitu.   dan dilarang keras untuk menempatkan beban di atasnya…alias kaki kiri nggak boleh dipake jalan.  berusaha untuk tidak memarahi, dokter menjelaskan bahwa karena kaki itu tetap kupakai jalan dalam 5 hari sesudah kejadian itu, maka patahannya bukannya merapat tapi malah merenggang…

 

huaduh…akhirnya harus kurelakan berlembar-lembar uang warna merah melayang keluar dari dompet, ditukar dengan barang putih keras kaku dan menempel di kakiku….walhasil, vonis 6 minggu dalam masa recovery dan harus pakai tongkat..(atau ‘krek’ kalau orang Jawa bilang…) mau nggak mau harus dilewati.

 new best friend

Sabang…..bye-bye deh….long weekend kedua kulewati sambil gulang-guling di sofa, loncat sana sini latihan pake krek, dan nonton lomba kejar bebek di Krueng Aceh dari jauh tanpa bisa ambil foto emoticon

hua…ternyata yang kecil-kecil, atau paling nggak…yang disangka kecil….bisa jadi panjang…..dan lamaa……

Banda  Aceh, 22 Agustus 2007

fragments of life, di sini senang di sana senang, EnglishAugust 14, 2007 8:53 pm

did I say that with one swelling foot I visited the night market of Medan old chinatown? yup…the story will come shortly after, but not so cute snapshots will shortly follow..

gosh, i hope the sole reason why i squeezed in a visit to Medan on that weekend really comes true…to make this bandage, and the X-ray, and the 3 day off work really worth it…(hey, did i tell you that this is my first X-ray, ever? not so cool, hm? first X-ray after more than a quarter of century living, just because of a sprained foot on a *damn* rare long weekend…?)

that’s a lot of "ouch…." and "aua…." and "aduh…." 

 

 

 kaki gendut

big foot monster….(colorful, hm?)

What is interesting is also different ways people "interpret" the causes of the incident…First thing, of course, "Did you fall?"

When I was limping away from the crowd of Medan chinatown, waiting for my photo enthusiast partner to finish clicking his camera, a middle aged guy standing next to me remarked on the fact that I was limping, and asked, "Did you hurt yourself while pratising?"  Slighlty bewildered, I asked, "Practising?" "Yes, karate? tae kwon do? you know, martial arts?" ah….gosh…well, I wish it was that ‘heroic’, but can anyone say that I look like someone who is practising martial arts?? (well, good though, it means those street guys would need to thing twice before buggering me around…emoticon  )

When I was back in BA, guess what…"Did you wear high heels?" Gosh, as if I would ever wear high heels on an outing, and hey..!! I’m not that clumsy anyway with high heels. 

Unfortunately the real version of the incident is far removed from any stoic, heroic or sporty background.  it was even far from being dramatic.  i did not even fall.

nope, nothing in the scene related to stoically trying to draw myself proud and confident up from a puddle on the street, or from a menacing becak that had just knocked me off my balance…NO NO NO…i simply took a wrong step, on an uneven part of the street, and sprained my foot. full stop.  not dramatic. simple. painfull.  was painfull. has been painfull. still painfull.

and feeling stupid and clumsy did nothing to help me feel better. and also being impatient.  I enjoy to be lazy, and not to have the obligation to move around to much…only when it is an optional choice.  When I have to ‘not to move around too much’, when I have to adopt being ‘lazy’, oow…I figured that I did not like it too much. gosh, you never know what you’ve got till it’s *temporarily* gone…how true….(the insident was NOT dramatic, but there’s is nothing to stop me making it a dramatic ‘aftermath’, right emoticon )

so here I am, limping along like an injured cat…oye..oye…. 

Medan, August 10, 2007 - Banda Aceh, August 16, 2007 

fragments of life, di sini senang di sana senang, English 8:46 pm

photos first…my second visit to Kesawan Square, the old chinatown of Medan at night. with swelling foot and pain in my brain, the place is still a pretty sight…of course…

 

 

 >> people enjoying their dinner

 

 >> across from TIP TOP, an antique restaurant where we had our dinner the last time

 

>> an old building in green

 

Medan, August 11, 2007

fragments of life, EnglishAugust 4, 2007 8:50 pm

I managed to squeeze a visit to my last day of R & R (Rest & Recreation…which in the end very Relaxing and Recreating but far from Rest-ing…) in Central Java, and got the chance to see my friend’s daughter…

Marina Gabriela, affectionatelly called Gaby..such a cute little girl….

Gaby with Mommy…

Gaby with Sessy….

 

Semarang, July 28, 2007