salah satu kebahagiaan terbesarku tahun ini adalah membawa Bapak dan keponakanku *aduh, serasa udah tua…jangan salah lho…she’s only 5 years younger than me….
* datang ke Banda Aceh dan sekitarnya….
ada berbagai hal menarik yang terjadi, sejak mereka berangkat dari Semarang, sampai mereka terbang kembali ke sana, yang tak akan mungkin habis diceritakan dalam satu postingan aja…bahkan mungkin gak akan cukup waktuku untuk menulis postingan demi postingan tentang itu…tapi tetep…ada satu hal yang khas….pokoknya…bapakku banget deh…..
coba lihatlah….mau di mana aja…difoto oleh siapa aja…..
di Pantai Lhok Nga, Aceh Besar
di hotel di Pantai Sumur Tiga, pulau Weh
di titik nol, Pulau Weh
Yep, bapakku selalu menulis…dan menulis…dan menulis….
bahkan waktu tertangkap kamera di hotel, rupanya beliau juga sedang melengkapi tulisannya dengan sketsa pantai yang penuh dengan phon kelapa yang melambai-lambai….
tanpa kamera digital ala masa kini, tanpa blog online yang menyebarkan kenangannya ke seluruh dunia maya…bapakku mengandalkan buku catatan kecilnya dan bolpen parker yang tak pernah mengecewakannya, untuk mencatat dan mengenang kembali semua pengalamannya….
pertama kali naik pesawat udara…
pertama kali naik ferry…
pertama kali ke Banda Aceh…
pertama kali menginjakkan kaki di ujung barat negara Indonesia ini…
dan semuanya tertuang dalam buku catatan mungil yang selalu dikantonginya…
ah Bapak…..
aku senang Bapak mau datang, mengunjungi anak nakalnya yang entah kemana ga bisa lagi kepegang ekornya *terjemahan bebas ekspresi bahasa jawa…rak kecekel buntute….
*









