kangmas,
kisah kita…
ah, maaf, salah….
kisah serupa kisah kita….
terjadi pada mereka.
dan tertegun aku,
diam seribu bahasa,
karena tak lagi mampu berkata-kata.
di manakah kata bijak yang seharusnya terukir
kala sepasang mata menatapku dan bertanya,
"Mbak, ngerti kan posisi saya?"
bagaimana harus kukatakan bahwa
aku mencoba memahami, dan mengerti kegelisahannya…
bahwa jauh dalam hati,
aku sangat…sangat memahaminya…
namun tak mampu kuberkata-kata
karena bila berkaca pada diri sendiri,
ku tahu aku hanya akan bisa mengatakan sesuatu yang membuatnya makin patah hati
tahukah kamu,
hai sekarang yang sedang bercerita padaku,
bahwa dalam sejarah hidupku pun,
episode mu telah terlewati…
dan dalam serial episode kehidupanku,
akhirnya yang harus dilakukan adalah melangkah pergi.
tapi Bang,
sungguh tak bisa kukatakan kepadamu…
sungguh-sungguh tak bisa…
karena kukenali kata-kata yang terucap dari bibirmu,
mengoyak kenangan atas kata yang terlontar,
dari bibir Kangmas itu…
setahun yang lalu.
ah Bang,
bagaimana harus kubilang….
bahwa "jodoh"…apapun itu artinya…
tidaklah bisa dipaksakan….
ah, ya….
apakah jalannya kisah kehidupan manusia,
tak lebih dari sebuah sandiwara,
dengan naskah yang berulang dan kembali,
berputar dalam waktu dan tempat yang berbeda.
dan………sssssttttt……….
aku tetap terdiam.
Banda Aceh, 26 April 2007.