setelah posting dengan judul yang mirip…ya…about truth….ternyata setelah pulang kantor kemarin aku benar-benar dihadapkan pada pertanyaan itu…meskipun sama sekali ga ada hubungannya.

kebenaran, punya siapa?  to whom does truth belong?

kepada yang kuat? kepada yang berani? kepada yang menjunjung nilai-nilai yang dipercayai? kepada yang mainstream? kepada yang berbeda? kepada siapa?

kemudian kebenaran itu milik siapa ketika jalan kekerasan menjadi pilihan untuk memperjuangkan "kebenaran"? kebenaran apa yang menghakimi kebenaran-kebenaran versi lain? ataukah sejatinya dalam hidup ini, tidak ada yang namanya kebenaran?

apakah kebenaran menutup jalannya perbedaan, dan apakah kebenaran itu hanya ada satu versi? adakah yang namanya kebenaran sejati?

tanda tanya besar…dan menyakitkan hati hanya mampu memandangi orang meneriakkan kebenaran sembari menyakiti orang lain. 

apakah kebenaran itu dibenarkan tanpa memandang caranya…kebenarankah itu?

merintih dalam hati, hanya itu yang kubisa…memandangi negara ini yang katanya unity in diversity…tetapi betulkah kita menghargai perbedaan? betulkah kita menemukan kebenaran dalam cara-cara kita yang semakin hari semakin anarkis…

dan angin nusantara pun mungkin tak berani berbisik lagi.

*memandangi berita televisi tentang insiden yang memacetkan salah satu ruas jalan Jakarta…ah….lagi?? kenapa harus dengan cara ini…*