Cafe Bohnen [German] in English means "Coffee Beans" is a cool new place to have meals and hang out at the side of Krueng Aceh…riverside view is guaranteed  emoticon

Café Bohnen, atau coffee beans, atawa biji kopi… adalah sebuah restoran yang dibuat berkonsep ruang terbuka.  Sebenarnya sih ruang utama restoran ini adalah sebuah extension dari teras sebuah ruko yang menghadap ke sungai Krueng Aceh (wah, redundant, wong “krueng” itu artinya sudah “sungai”…).  Jadi yang jelas-jelas berdinding adalah bagian belakangnya, dengan pintu terbuka ke arah lantai pertama ruko yang berfungsi sebagai dapur.

Dengan dapur minuman dibuat ala bar *tapi dijamin ga ada alkoholnya…* di bagian luar bangunan, jadi terasa banget ambience “lain” dari tempat ini.  Sang bartender cum pembuat kopi cum kakak kandung manajer restoran bangga banget dengan coffee machine-nya yang memang menghasilkan kopi yang topz!!

Cuma satu hal…sebaiknya bawalah kesana *seperti kemana-mana sih di Banda Aceh* lotion anti nyamuk…  tapi salah satu bukti bahwa resto ini concern dengan kenyamanan pelanggan, to a certain degree, mereka menyediakan berbotol-botol lotion anti nyamuk dengan merek “senior” yang bisa dibawa ke meja masing-masing…

 

Hm…asik juga…  Meskipun konsep resto ini memang ditujukan untuk membidik selera para bule, tetapi harganya tidak terlalu mengerikan… dan mereka berencana memadukan lebih banyak menu bercitarasa  lokal untuk mencoba survive sesudah para bule angkatz kaki…

Oh ya, kenapa namanya berbahasa Jerman… hm…sejujurnya sih, pelanggan setia sejauh ini memang orang Jerman, hehe…karena anggota keluarga dari penanam modal utama (yang berada di…guess where…yak tul, Jakarta!! the city of investors emoticon ) bisnis “keluarga” ini memang bekerja untuk organisasi Jerman di BA.  Tapi di balik itu, dua bapak yang menjalankan resto ini ndilalah lulusan universitas di Jerman, jamannya kuliah di Jerman masih gratis asalkan cas cis cus bahasa Jermannya layaknya orang “pribumi”.  Istri sang manajer cum chef lebih Jerman lagi karena berhutang sebagian DNAnya pada sang mama yang Jerman asli.

Well, ayo main ke BA!!! Kalau “kebetulan” mampir di sana, cari aja daerah namanya Peunayong, deket-deket Simpang Lima…. Asal ga nyasar, pasti ketemu *walah*

See ya…