mid”summer” night dream (Medan at night on a becak motor)
hm…ini adalah salah satu artikel yang keliatannya bakalan memakai bahasa campur-campur, jadi bagi yang kurang suka, mohon maaf gitu…
melanjutkan eksplorasi di kota Medan yang pada dasarnya adalah mengubek-ubek mall (BA is a great city, but you have to admit there is not too much choice regarding shopping centers..), kami memutuskan bahwa rasanya sayang banget melewatkan pemandangan di luar mall. tapi berhubung di siang hari kami harus mengerjakan banyak hal yang ga bisa ditunda sampai malam, dan panas bo’…akhirnya kami memutuskan untuk mendekati salah satu tukang becak yang nongkrong di depan hotel, dan tanya-tanya, berapa sih muter-muter kota selama satu jam? setelah sepakat dengan harga (40000 per jam), kami pun menikmati Medan di waktu malam dengan becak (becak motor loh….kalau becak sepeda, kok ya inhuman banget, alias tidak manusiawi…genjot non stop sejam bayar 40000…hiii….).
apa yang dilihat dan betapa semua terlihat eksotis di waktu malam, I will let the pictures speak for themselves.. sekedar informasi, selain memperkecil size filenya dan ngumpulin dalam satu slide, tidak ada manipulasi komputer dalam gambar-gambar ini…we were so happy…

yang tak terlupakan juga adalah bahwa becak kami disemprit polisi!!!
waduh…. ceritanya di sebuah tikungan ada lampu merah, karena jalan yang kami ambil tu ga pakai nyeberang, hanya ngikuti tikungan itu, nekadlah si tukang becak….tancap bang! eh, ternyata di jalan yang kami masuki ada polisi, dan lampu hijau dari ruas jalan itu masih lama…jadi keliatan banget semua kendaraan lain masuk dari ruas kiri, cuma becak kami membaur dari ruas kanan….dari kejauhan, terlihat seorang petugas mulai menyeberang jalan sambil menyemprit dan nunjuk-nunjuk..waduh…gaswat…kami udah mulai berdiskusi, "Schatz, who will pay the ticket?" alias, kalau ditilang siapa yang mbayar nih? tapi, guess what, itu polisi udah di depan mata (untung cuma berdiri, ndak di atas motor…
), eh, si tukang becak melenggang…persis di depan hidung bapak polisi…tapi entah karena yang naik becak ada bulenya…kok ya ndak dikejar…he…he…atau juga kalaupun dikejar nggak setimpal gitu…embuh lah….yang jelas, malam itu a magic night in Medan, for the trip, the amazing buildings at night, the "almost" police chase…
thank you Schatz…
Medan, January 16, 2007

untuk menjajagi getaran lantai *walah* daripada udah pesen, masaknya lama (berarti dijamin fresh kan…), en ternyata enak (kalau ga enak sisan kan bisa ditinggal…), tapi ga nyaman karena ndeso en noraknya diriku yang deg-degan…









