menjalani hidup yang mengalir, kadang-kadang membuatku geli, marah, kecewa, penasaran…tapi yang paling sering…tertegun.
betapa hidup penuh misteri yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. baru-baru ini, aku merasa bahwa tahun ini berlalu begitu cepat. tiba-tiba sudah pertengahan bulan desember, dan aku ga sadar apa saja sih yang sudah kulakukan tahun ini. bukan karena tidak melakukan apa-apa, tapi justru karena terlalu banyak hal baru, terlalu banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku tahun ini, sampai aku belum sempat duduk, diam dan merasa semua sudah tenang, bisa santai, dan sejenak kemudian merasa bosan.
desember tahun lalu, aku masih berkutat dengan seribu satu rutinitas. pekerjaan yang menumpuk (Miss Aree, ingatkah kamu kita nglembur ngerjain tu SAC sampe jam 12 malam…hiii….cewek-cewek…), hubungan yang penuh pertanyaan dan konflik, persahabatan yang kaya akan inspirasi…tidak semuanya negatif, tentu saja, tapi tetap saja semua hal yang terasa rutin…tahun lalu aku berhenti dan bertanya pada diri sendiri, kenapa tahun ini berlalu begitu lama…
tak akan pernah terbayang bahwa tahun ini kulepaskan sebuah hubungan yang membimbangkan, dan "menukar"nya dengan hubungan yang jauh lebih banyak pertanyaan…(wah, lebih parah dong…), tak akan terbayangkan apa yang sesungguhnya tak terhindarkan, perpisahan dengan seorang sahabat yang begitu dekat dalam jiwaku, perjalanan panjang menanggapi sebuah tantangan pada diri sendiri…beranikah kamu menyambut perubahan saat perubahan itu benar-benar datang…dan di sinilah aku. Banda Aceh.
tak terasa sudah enam bulan. begitu banyak yang terjadi, tapi juga begitu sedikit….dari banyak hal yang kutemukan, banyak juga kemungkinan yang telah kulewatkan…waktunya untuk berkaca.
dan apa yang menarik dan paling lucu? yang menarik adalah bahwa di Banda Aceh kucicipi apa yang namanya pretzel. yang semasa kecil cuma kubaca dari halaman-halaman novel anak-anak terjemahan yang bersetting negara-negara eropa. makanan yang kupikir sejenis stik bawang yang ternyata lebih mirip donat…walah, buyar sudah semua salah kaprah…
![]()
aku datang berpikir bahwa aku bisa belajar tari Aceh, berhubung aku lumayan suka menari. tapi yang kualami saat ini aku malah belajar salsa…
aku datang tanpa sepatah kata pun bahasa Aceh, dan tetap sampai sekarang tanpa satu kata pun juga. yang ada malah satu dua kata bahasa Jerman.
apa yang terjadi? di sinilah aku menemukan banyak inspirasi, menunjukkan pada diri sendiri bahwa "berhenti" bukanlah sebuah pilihan yang bijak, bahwa "puas" dan "aman" memang tidak selalu datang bergandengan. bahwa bagi perspektifku yang berbasis "takut" aku sudah cukup tua, sementara bagi cukup banyak orang, aku masih muda. dan apabila kesempatan mengetuk, bukakanlah pintu. lihatlah baik-baik di mukanya, tentukan apakah dia baik atau buruk, dan pilihlah. persilakan masuk dalam hidupmu, atau katakanlah "maaf, lain kali saja", dan hiduplah dengan konsekuensi pilihan itu.
hari ini, kadang aku merasa sepi. meninggalkan banyak teman dan rekan kerja, wilayah aman, semua warung yang kukenal, warung jagung bakar dan susu jahe di ujung jalan, warnet lelet dekat kos, kios isi ulang pulsa deket kantor… dan menukarnya dengan banyak ketidakpastian….tapi rupanya…memang dunia itu aneh….dan semua pasti ada waktunya….










pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
salut! setubuh untuk pilihan mengalirnya
cuman aku msh memilih area aman dan nyaman he he sedikit bersyukur area ini makin memuaskan!! satu yang bikin iri : Sunsetnya itu loh!
Comment by ????? — December 13, 2006 @ 2:21 pm
he he he
i’m Visiting the blog he he he
have a great job out there.
the routines won’t be the same.
cheers
pretzelnya enak.kapan belajar bikin ya….?
Comment by hippo — December 28, 2006 @ 12:58 pm