fragments of life, mouse in the house, EnglishDecember 12, 2006 7:06 pm

say hello to two of my rare best friends!! EB and Kunkun.EB is the one with the long ears, and Kunkun is the orange one.  First time I met them…hm….let’s see if i can remember…

I think I met Kunkun maybe three or four years ago, given as a birthday gift by one of my best friends and his girlfriend..and i instantly named him Kunkun, cause don’t know why i thought he was yellow (you know, kun comes from kuning, which is yellow in Indonesian).  after much discussion and quarelling with other friends of course i came to realize that except for his cute little plastic nose, there is no part of Kunkun (the yellow bunny) that is yellow, that in fact he is orange…oh well, not very flattering for my eyesight…but the cute little bunny started a string of animal gifts by other friends.  as soon as they saw Kunkun on my bed, i started receving a white bear the next birthday, and then dark brown bear the following year, a tiny tiny tiny bear (almost like a key chain minus the chain and the key…) last year, and last but not least, EB, this Easter holiday.

EB stands for Easter Bunny…(not very creative, hm?) at first i found him not to be very impressive because he is such a thin bunny…but then the guy who gave EB to me brought him to Banda Aceh, and there he is lying on my bed.  there is a maid coming to the guesthouse to clean every day, and each night, as i walked into my bedroom i would find EB lying there with all his legs and arms and ears spread wide…i call him the flying rabbit, if he had not been so thin he might pose a great challenge for Dumbo, the flying elephant. 

i started taking pictures of different poses that the maid put EB in.  and one day i walked in and found them, sitting in this position.  oh…how cute….two bunnies holding hands…the best of friends of all friends…stranded with this crazy girl in a faraway land…

but you know, both of them had been to Europe…hiks…hiks….but not me…hiks…hiks….

dear Bunnies….keep me company, sorry if i kicked you now and then out of the bed…but i know you’d forgive me….be patient with me, ok…i am just an ordinary girl, after all, a little girl at heart.

fragments of life, points to ponder, Bahasa Indonesia 6:47 pm

menjalani hidup yang mengalir, kadang-kadang membuatku geli, marah, kecewa, penasaran…tapi yang paling sering…tertegun.

betapa hidup penuh misteri yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.  baru-baru ini, aku merasa bahwa tahun ini berlalu begitu cepat.  tiba-tiba sudah pertengahan bulan desember, dan aku ga sadar apa saja sih yang sudah kulakukan tahun ini.  bukan karena tidak melakukan apa-apa, tapi justru karena terlalu banyak hal baru, terlalu banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku tahun ini, sampai aku belum sempat duduk, diam dan merasa semua sudah tenang, bisa santai, dan sejenak kemudian merasa bosan. 

desember tahun lalu, aku masih berkutat dengan seribu satu rutinitas. pekerjaan yang menumpuk (Miss Aree, ingatkah kamu kita nglembur ngerjain tu SAC sampe jam 12 malam…hiii….cewek-cewek…), hubungan yang penuh pertanyaan dan konflik, persahabatan yang kaya akan inspirasi…tidak semuanya negatif, tentu saja, tapi tetap saja semua hal yang terasa rutin…tahun lalu aku berhenti dan bertanya pada diri sendiri, kenapa tahun ini berlalu begitu lama…

tak akan pernah terbayang bahwa tahun ini kulepaskan sebuah hubungan yang membimbangkan, dan "menukar"nya dengan hubungan yang jauh lebih banyak pertanyaan…(wah, lebih parah dong…), tak akan terbayangkan apa yang sesungguhnya tak terhindarkan, perpisahan dengan seorang sahabat yang begitu dekat dalam jiwaku, perjalanan panjang menanggapi sebuah tantangan pada diri sendiri…beranikah kamu menyambut perubahan saat perubahan itu benar-benar datang…dan di sinilah aku.  Banda Aceh.

tak terasa sudah enam bulan.  begitu banyak yang terjadi, tapi juga begitu sedikit….dari banyak hal yang kutemukan, banyak juga kemungkinan yang telah kulewatkan…waktunya untuk berkaca.

dan apa yang menarik dan paling lucu? yang menarik adalah bahwa di Banda Aceh kucicipi apa yang namanya pretzel.  yang semasa kecil cuma kubaca dari halaman-halaman novel anak-anak terjemahan yang bersetting negara-negara eropa.  makanan yang kupikir sejenis stik bawang yang ternyata lebih mirip donat…walah, buyar sudah semua salah kaprah…

aku datang berpikir bahwa aku bisa belajar tari Aceh, berhubung aku lumayan suka menari.  tapi yang kualami saat ini aku malah belajar salsa…

aku datang tanpa sepatah kata pun bahasa Aceh, dan tetap sampai sekarang tanpa satu kata pun juga.  yang ada malah satu dua kata bahasa Jerman.

apa yang terjadi? di sinilah aku menemukan banyak inspirasi, menunjukkan pada diri sendiri bahwa "berhenti" bukanlah sebuah pilihan yang bijak, bahwa "puas" dan "aman" memang tidak selalu datang bergandengan.  bahwa bagi perspektifku yang berbasis "takut" aku sudah cukup tua, sementara bagi cukup banyak orang, aku masih muda.  dan apabila kesempatan mengetuk, bukakanlah pintu.  lihatlah baik-baik di mukanya, tentukan apakah dia baik atau buruk, dan pilihlah.  persilakan masuk dalam hidupmu, atau katakanlah "maaf, lain kali saja", dan hiduplah dengan konsekuensi pilihan itu.

hari ini, kadang aku merasa sepi.  meninggalkan banyak teman dan rekan kerja, wilayah aman, semua warung yang kukenal, warung jagung bakar dan susu jahe di ujung jalan, warnet lelet dekat kos, kios isi ulang pulsa deket kantor… dan menukarnya dengan banyak ketidakpastian….tapi rupanya…memang dunia itu aneh….dan semua pasti ada waktunya….