fragments of life, mouse in the houseDecember 13, 2006 1:08 pm

dedicated for people who have been to Semarang, or planning to go there…or have heard about it…or well…for anyone…

If you are thinking about going anywhere, just for the sake of fun, or having nothing else to do…why not going to Simpang Lima?  there is a lot that Simpang Lima can offer to you, and some pepole might have known that fact already.

Close to Simpang Lima we can always lose the tight grip on our wallet and start spending some cash on juice, sugar, coffee, candy bars, tissue, soap…you know, every little thing we need to survive daily life in a decent manner.  (decent means, not simply surviving, but some drops of cologne here and there…smells good, come on…you know it, don’t you?).  If you go a bit further north east, you can find some fastfood counters, an array of copied DVD shops, taking little bites on very very expensive sandwich and sipping your your worth-the-money coffee…(well, it better be, cause it worth lotz of money…)  In Simpang Lima you can also find a building that had just celebrated its 80th anniversary, a tiny little church waiting for visitors…

The traffic lights in this point….amazing….as also any other traffic lights in this part of the country.  Though there is a big roundabout right in the middle, not to mention the TRAFFIC LIGHTS themselves, people would just go the way they want to go, ignoring the red lights (as usual…) and would only stop when they got stuck in the middle of the junction….voila…now you find what you are looking for…

For people who are familiar with their Simpang Lima, big question marks would already be floating around, am I right?  where the h**l is north east?  sandwich palce…church??? maye this girl is in Alice’s world…(refer to Alice in Wonderland…not any other Alices if there are any…)

No…no…I am not talking about dear old Humpty Dumpty…please stop by at Simpang Lima.

This Simpang Lima is one of the landmarks or Banda Aceh, in which in its surrounding we can find one of the biggest supermarket in town: Pante Perak Simpang Lima,  CINTA photo studio (which is highly recommended by lotz of people), a catolic church, KFC and A&W, BCA ATM (oh yea, sure you know why this one is important…), Garuda Indonesia Airways office….the bottomline is that if you want to go downtown, it will do you no harm to start from Simpang Lima.

The story around the tsunami told that even back then, one of the waves going into town was broken at the Simpang Lima, so that one part of the area was wipped clean (cause it’s adjacent to the river mouth connected directly with the sea), and the other part "only" had knee deep mud flood.  If you stand at this point today, it will be quite amazing if you don’t stand in awe.  It is such a pretty spot, standing on the bridge, looking right to the river and faraway Bukit Barisan standing majestically, and to the left to the other part of the river leading to the fish market and with the lineup of military building along the river….hm….beautiful…

Before the Aceh election, this landmark had been adorned with various posters and stickers with the faces of candidates for governor, vice governor, major and vice major… (though deep inside my heart i cried…oh, poor monument, poor me…for having to endure such sight…since this is a public landmark, why not leave it sterile?)

For those who know Semarang, of course you can see immediately from the photo that it is definitely NOT Semarang.  feeling jealous because you could never let your head bare while driving in Semarang? ha…ha…come to Banda Aceh…

So, "wanna go to Simpang Lima? let’go!" "which one?" "hm…good question….well, the one anywhere.."

PS: with necessary adjustment from the original post.

Regard.

fragments of life, mouse in the house, EnglishDecember 12, 2006 7:06 pm

say hello to two of my rare best friends!! EB and Kunkun.EB is the one with the long ears, and Kunkun is the orange one.  First time I met them…hm….let’s see if i can remember…

I think I met Kunkun maybe three or four years ago, given as a birthday gift by one of my best friends and his girlfriend..and i instantly named him Kunkun, cause don’t know why i thought he was yellow (you know, kun comes from kuning, which is yellow in Indonesian).  after much discussion and quarelling with other friends of course i came to realize that except for his cute little plastic nose, there is no part of Kunkun (the yellow bunny) that is yellow, that in fact he is orange…oh well, not very flattering for my eyesight…but the cute little bunny started a string of animal gifts by other friends.  as soon as they saw Kunkun on my bed, i started receving a white bear the next birthday, and then dark brown bear the following year, a tiny tiny tiny bear (almost like a key chain minus the chain and the key…) last year, and last but not least, EB, this Easter holiday.

EB stands for Easter Bunny…(not very creative, hm?) at first i found him not to be very impressive because he is such a thin bunny…but then the guy who gave EB to me brought him to Banda Aceh, and there he is lying on my bed.  there is a maid coming to the guesthouse to clean every day, and each night, as i walked into my bedroom i would find EB lying there with all his legs and arms and ears spread wide…i call him the flying rabbit, if he had not been so thin he might pose a great challenge for Dumbo, the flying elephant. 

i started taking pictures of different poses that the maid put EB in.  and one day i walked in and found them, sitting in this position.  oh…how cute….two bunnies holding hands…the best of friends of all friends…stranded with this crazy girl in a faraway land…

but you know, both of them had been to Europe…hiks…hiks….but not me…hiks…hiks….

dear Bunnies….keep me company, sorry if i kicked you now and then out of the bed…but i know you’d forgive me….be patient with me, ok…i am just an ordinary girl, after all, a little girl at heart.

fragments of life, points to ponder, Bahasa Indonesia 6:47 pm

menjalani hidup yang mengalir, kadang-kadang membuatku geli, marah, kecewa, penasaran…tapi yang paling sering…tertegun.

betapa hidup penuh misteri yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.  baru-baru ini, aku merasa bahwa tahun ini berlalu begitu cepat.  tiba-tiba sudah pertengahan bulan desember, dan aku ga sadar apa saja sih yang sudah kulakukan tahun ini.  bukan karena tidak melakukan apa-apa, tapi justru karena terlalu banyak hal baru, terlalu banyak perubahan yang terjadi dalam hidupku tahun ini, sampai aku belum sempat duduk, diam dan merasa semua sudah tenang, bisa santai, dan sejenak kemudian merasa bosan. 

desember tahun lalu, aku masih berkutat dengan seribu satu rutinitas. pekerjaan yang menumpuk (Miss Aree, ingatkah kamu kita nglembur ngerjain tu SAC sampe jam 12 malam…hiii….cewek-cewek…), hubungan yang penuh pertanyaan dan konflik, persahabatan yang kaya akan inspirasi…tidak semuanya negatif, tentu saja, tapi tetap saja semua hal yang terasa rutin…tahun lalu aku berhenti dan bertanya pada diri sendiri, kenapa tahun ini berlalu begitu lama…

tak akan pernah terbayang bahwa tahun ini kulepaskan sebuah hubungan yang membimbangkan, dan "menukar"nya dengan hubungan yang jauh lebih banyak pertanyaan…(wah, lebih parah dong…), tak akan terbayangkan apa yang sesungguhnya tak terhindarkan, perpisahan dengan seorang sahabat yang begitu dekat dalam jiwaku, perjalanan panjang menanggapi sebuah tantangan pada diri sendiri…beranikah kamu menyambut perubahan saat perubahan itu benar-benar datang…dan di sinilah aku.  Banda Aceh.

tak terasa sudah enam bulan.  begitu banyak yang terjadi, tapi juga begitu sedikit….dari banyak hal yang kutemukan, banyak juga kemungkinan yang telah kulewatkan…waktunya untuk berkaca.

dan apa yang menarik dan paling lucu? yang menarik adalah bahwa di Banda Aceh kucicipi apa yang namanya pretzel.  yang semasa kecil cuma kubaca dari halaman-halaman novel anak-anak terjemahan yang bersetting negara-negara eropa.  makanan yang kupikir sejenis stik bawang yang ternyata lebih mirip donat…walah, buyar sudah semua salah kaprah…

aku datang berpikir bahwa aku bisa belajar tari Aceh, berhubung aku lumayan suka menari.  tapi yang kualami saat ini aku malah belajar salsa…

aku datang tanpa sepatah kata pun bahasa Aceh, dan tetap sampai sekarang tanpa satu kata pun juga.  yang ada malah satu dua kata bahasa Jerman.

apa yang terjadi? di sinilah aku menemukan banyak inspirasi, menunjukkan pada diri sendiri bahwa "berhenti" bukanlah sebuah pilihan yang bijak, bahwa "puas" dan "aman" memang tidak selalu datang bergandengan.  bahwa bagi perspektifku yang berbasis "takut" aku sudah cukup tua, sementara bagi cukup banyak orang, aku masih muda.  dan apabila kesempatan mengetuk, bukakanlah pintu.  lihatlah baik-baik di mukanya, tentukan apakah dia baik atau buruk, dan pilihlah.  persilakan masuk dalam hidupmu, atau katakanlah "maaf, lain kali saja", dan hiduplah dengan konsekuensi pilihan itu.

hari ini, kadang aku merasa sepi.  meninggalkan banyak teman dan rekan kerja, wilayah aman, semua warung yang kukenal, warung jagung bakar dan susu jahe di ujung jalan, warnet lelet dekat kos, kios isi ulang pulsa deket kantor… dan menukarnya dengan banyak ketidakpastian….tapi rupanya…memang dunia itu aneh….dan semua pasti ada waktunya….

fragments of life, in the line of dutyDecember 7, 2006 11:52 am

Ini dia lanjutannya… Posting ini sebenarnya hanya summary dari sebuah artikel yang kubaca bersama-sama dengan muridku di kelas beberapa hari yang lalu.  Check it out…

"Setiap Kamis, Pasar Ternak Nagari Cupadak, Limakaum, Tanah Datar, Sumatra Barat, selalu dipenuhi orang.  Sebagian orang yang ada di pasar ternak itu membawa sarung, handuk, atau kain."

Hayo, kira-kira buat apa orang-orang bawa-bawa kain ke pasar, pasar ternak lagi….jadi ketemunya sama sapi, kambing…dan tentu saja, penjual dan pembeli ternak aja… 

"Sudah sejak dahulu para tauke (juragan, atawa blantik lah di Jawa Tengah, admin.) ternak itu menggunakan sarung atau lain untuk tawar-menawar harga hewan yang diperdagangkan."  Walah, bisa dibayangkan?  Mungkin orang-orang yang berkecimpung di dunia perdagangan hewan sudah kenal metode ini ya…(bayanganku sih mungkin seperti kalau fungsi kalkulator pada waktu jual beli handphone, coba…bener apa nggak?)

"Menurut Jon, yang telah berdagang ternak sejak sekolah dasar bersama ayahnya, teknik tawar-menawar yang dinamakan jual bali baroso itu dilakukan untuk merahasiakan harga hewan ternak."

nah betul kan…kalau jual beli HP juga kan, ketik-ketik-ketik di kalkulator, kalkulator berpindah tangan, geleng-geleng kanan-kiri, ketik-ketik lagi…walah…sori, perbandingannya hanya dengan HP, karena cuma itu yang sanggup kubeli sendiri yang pake strategi tersendiri…he…he…

"Dalam jual bali baroso, setiap jari menunjukkan Rp 1 juta untuk transaksi sapi dan kerbau, serta Rp 100 ribu untuk kambing"

o…begitu.   nah, berarti 2 jari, 2 juta, 3 jari 3 juta…dan seterusnya yah….?  tapi emangnya hewan ternak harganya bulet-bulet gitu ya…kalau dua setengah juta bagaimana cara tawar menawarnya dong?  tenang…tenang…bagi yang ingin mencoba teknik ini dan sukanya menawar seikit demi sedikit, alias naik turun seperempat demi seperempat…silakan lemaskan jari dan praktekkan instruksi berikut ini!

"Bila harganya Rp 3,75 juta, pedagang akan memperlihatkan empat jari dan menekuk jempol pembelinya.  Kalau Rp 4,25 juta, penjual akan memegang empat jari dan menarik jempol pembeli."

wah…jadi rupanya tauke bener-bener belum menjadi pekerjaan uni gender, alias pria dan wanita bisa mengerjakannya.  bukan berarti salah satu gender lebih oke atau lebih profesional, tapi coba bayangkan kalau penjual satu dengan penjual lainnya berbeda gender dan bermain-main tangan di balik kain…waduh…pasti seru, he…he..

tapi mungkin di antara yang membaca posting ini ada yang bisa mempraktekkan tips-tips tersebut di atas (karena saya tidak bisa….he…he….bingung membayangkan nekuk jari ini, narik jari orang lain….aneh…), mungkin anda perlu mempertimbangkan satu pilihan profesi baru, menjadi tauke ternak di Sumatra Barat.

untuk yang mengharapkan isi yang lain dari judulnya, maaf, jangan salahkan saya….ini judul asli artikel yang bisa anda baca lengkapnya dalam Pesona Nusantara, Suplemen khusus Media Indonesia, Jumat, 1 Desember 2006.  bagi yang baru saja mengikuti perkembangan kasus (yet another…) private video of people, wajar aja mengharapkan isi yang agak-agak gimanaaa…he…he…

regards,

from yet another hillarious class…

fragments of life, in the line of dutyDecember 5, 2006 6:17 pm

hayo, judul ini kira-kira isinya apa? tunggu kelanjutannya pada episode berikutnya, dijamin bakalan sama-sama ber*huah, apa?* kayak waktu aku baca…

another funny session with a student…wonderful, hilarious, serious…

to be continued…